Di dalam kitab "Thabaqat asy-Syafi'iyah al-Kubra" (طبقات الشافعية الكبرى) karya Syeikh Tajuddin As-Subqi (727 H - 771 H / 1327 M - 1370 M) cetakan Dar Ihya al-Kutub al-'Arabiyah jilid 6 halaman 201 diterangkan sebagai berikut:
و كان وفاته , قدس الله روحه , بطوس يوم الاثنين رابع عشر جمادى الأخرة سنة خمس و خمسمائة
و مشهده بها يزار بمقبرة الطابران
قال أبو الفرج بن الجوزي فى كتاب "الثبات عند الممات" : علي بالكفن , فأخذه و قبله ووضعه على عينيه , و قال : سمعا و طاعة للدخول على الملك . ثم مد رجليه , و استقبل القبلة , و مات قبل الاسفار , قدس الله روحه
Artinya:
Imam Ghazali wafat, semoga Allah mensucikan rohnya, di kota Thus (Persia) pada hari Senin tanggal 14 Rabi'ul Akhir tahun 505 H (1112 M) dan makamnya diziarahi orang di pemakaman Thabaran.
Abul Faraj bin Al-Jauzi berkata di dalam kitabnya "Ats-Tsabat 'Inda al-Mamat": Berkata Ahmad, saudara laki-lakinya dari Imam Ghazali: Ketika hari Senin pada waktu subuh, saudaraku Abu Hamid berwudhu dan shalat dan ia berkata: Tetapkanlah aku dengan kain kapan !! Kemudian ia (Imam Ghazali) mengambil kain kapan itu dan mencium dan meletakkannya di atas kedua matanya sambil berkata: Sesungguhnya aku mendengar dan ta'at untuk masuk kepada Sang Raja (Allah swt). Kemudian Imam Ghazali menjulurkan kedua kakinya dan menghadap kiblat. Setelah itu ia wafat. Semoga Allah mensucikan rohnya !!.
